Ini adalah blog-nya Galih. Tempat curhat dan nuangin segala kreativitas yang terbentuk. Mau curhat di sini juga boleh.

Tuesday, November 07, 2006

Diberondong Kesalahan

Gila! Dua hari berturut-turut gua diberondong kesalahan. Kalau Anda pemerhati harian KOMPAS, mungkin saja bisa menemukan kesalahan itu.

Pertama, edisi Senin (6/11) di halaman 19 terdapat judul “Hubungan Industrial: Renumerasi Karyawan Inco Naik 34 Persen”. Apa yang salah dalam judul tersebut? Yup, Anda betul. Kata “renumerasi” di situ seharusnya “remunerasi”. Kata “renumerasi” sering disalahartikan dan disamaartikan dengan kata “remunerasi” yang berarti ‘pemberian hadiah’; ‘imbalan’. Coba saja masukkan kata “renumerasi” itu di situs pencari Google Indonesia (www.google.co.id) , Anda bisa menemukan 989 hasil kata itu digunakan untuk arti yang sama dengan “remunerasi”.

Namun, tahukah Anda bahwa kata “renumerasi” itu bermakna beda, bahkan sangat jauh sekali perbedaannya. Bukalah situs http://wsu.edu/~brians/errors/remuneration.html dan Anda bisa menemukan arti yang sebenarnya dari kata “renumerasi (Inggris: “renumeration”). “Renumeration” berarti ‘counting again’ atau ‘penghitungan kembali’. Di situs itu juga terdapat penjelasan “Although 'remuneration' looks as if it might mean 'repayment' it usually means simply payment. In speech it is often confused with 'renumeration', which would mean re-counting (counting again)”.

Nah, kekeliruan itu terjadi karena saya menganggap apa yang ditulis itu adalah benar. Kesalahan terbesar saya adalah tidak mengecek kata “renumerasi” pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Padahal, dalam kamus tersebut tidak ada lema “renumerasi”.

Kesalahan kedua ada pada terbitan hari ini (7/11). Dalam artikel “Dubes Korsel Diundang” terdapat paragraf-paragraf berikut:

Seperti diberitakan, pemilik PT DJI dan PT Spotec, Cheon dan Kim CK (Bukan Kim YH, seperti ditulis Kompas, 4/11), kabur ke Korsel sehingga ribuan buruhnya terlantar. Mereka menutup pabrik sepatu setelah order dari Adidas Group dihentikan.
Sementara itu, General Manager PT DJI Kim CK menegaskan bahwa dirinya tidak pernah kabur. 'Sampai sekarang saya masih berjuang bersama karyawan menyelesaikan persoalan ini'.


Pada tulisan sebelum saya edit paragraf yang kedua berbunyi:
Sementara itu, General Manager PT DJI Kim YH menegaskan bahwa dirinya tidak pernah kabur. ”Sampai sekarang saya masih berjuang bersama karyawan menyelesaikan persoalan ini.

Karena melihat ralat dalam paragraf sebelumnya, saya pun mengubah Kim YH menjadi Kim CK. Saya menganggap dua nama Kim itu merujuk pada satu orang Kim dan kesalahan itu terjadi akibat salah pengetikan. Tidak terlintas bahwa bisa saja dua nama berbeda itu merujuk pada dua orang yang berbeda pula. Sebenarnya apabila saya melihat lebih detail dan secara perlahan, jabatan yang disandang oleh kedua nama itu berbeda.

Kesalahan besar saya berikutnya adalah saya tidak mengonfirmasi perubahan yang saya buat itu kepada editor saya.

Saya memohon maaf kepada para pihak yang dirugikan (editor Desk Ekonomi, penulis artikel tersebut, dan Mr Kim YH) atas kesalahan yang terjadi tersebut.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home