Ini adalah blog-nya Galih. Tempat curhat dan nuangin segala kreativitas yang terbentuk. Mau curhat di sini juga boleh.

Monday, March 27, 2006

If God will send his Angel

Pernahkah mengalami peristiwa menyebalkan sekaligus mengharukan dalam hidup. Gua baru aja! Kejadiannya masih belum lama, Sabtu 25 Maret 2006 di Pasaraya Grande Blok M. Gua ama Dhee ke situ dalam rangka ngeramain makan-makan ultah temennya Dhee.

Jam setengah tujuh malam Nouvo gua udah terparkir apik di parkiran Pasaraya. Kunci udah gua masukin kantong jaket pemberiaan Dhee. Dan Dhee sudah bersiap melangkah dengan helm dan jaket kulit menuju tempat penitipan. Gua sempet bertanya, "Jaket ini masukin aja nggak ya, Dhee?" Dhee pun mengiyakan. Jadi gua masukinlah jaket pemberian Dhee itu ke bagasi Nouvo.

Sampai sini aman? Nggak juga, malah di sinilah awal kejadian menyebalkan itu. Coba deh lu baca lagi ke atas. Yup, kunci gua ada di dalem jaket yang baru aja gua masukin bagasi. Sial! Dhee pun minta tolong Mas-mas penjaga tempat penitipan. Udah gitu si Mas bilang juga pernah nolongin Bapak dengan anak kecil yang kuncinya masuk bagasi. Si Mas nambahin kalau di Nouvo itu ada pengait buat buka bagasi, tapi letaknya ada di bagian bawah. Jadi harus dibuka.



Terus terang gua rada takut juga. Jangan-jangan... mendingan-mendingan kan. Sosok si Mas ini biar kecil tapi punya kesan sangar juga. Tapi karena gua juga gak enak ama Dhee, so gua mengiyakan si Mas untuk membuka bagian bawah. Di sela proses membuka itu gua nanya apa si Mas ini bekerja di Pasaraya. Dia mengiyakan. Fiuhhh, syukurlah.

Gua dan Si Mas ini pun berkutat membuka. Namun, pekerjaan kami sia-sia karena si Mas tidak bisa menemukan lokasi sang pengait itu. Dhee pun menyarankan gua buat ngambil kunci cadangan itu. Dan, tanpa disangka-tanpa dinyana, si Mas itu pun dengan sedikit memaksa gua memakai motor Smash-nya. Wow, kaget lah gua. Gimana nggak? Hareee gene, di Jakarta yang keras ini pula lagi, maseehh ada orang yang baik. Tapi tatapan mata si Mas dan bahasa tubuh Dhee yang sudah lelah menunggu pun membuat gua menyanggupinya.

Jadi dengan mengendarai motor itu--tentunya setelah semua yang terbuka dipasang kembali dan Dhee pun sendirian nyamperin temen-temennya. Setengah jam lewat gua dah balik lagi ke Pasaraya dengan mengantongi kunci serep. Itu juga udah pake acara ngisi bensin segala.

Setelah berpanjang lebar cerita gua, gua cuma mo nyampein "Dont judge book by its cover" Artinya, 'jangan nilai orang dari tampangnya' (jauh ya artinya hehehe). Ternyata di Jakarta ini gua masih bisa menemukan seorang mas Surasno--nama si Mas akhirnya gua tahu dari nama yang tertera di STNK yang dia kasih bersama pinjaman motor itu. Tampang sih boleh serem tapi kalo ketemu Pak Haji cium tangan. Doi masih punya kelembutan hati dan kebaikan untuk menolong orang lain. Gua rasa sepeser-dua peser uang yang gua kasih dan gerojokan seliter-dua liter SuperShell masih belum cukup untuk membalas budinya.
Ahhh, gua serahkan pada Tuhan aja deh buat ngebalesnya. God, it's u'r turn to play!

Thanks God dah ngirim seorang malaikat bernama Mas Rasno.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home